Selasa, 23 November 2010

Menyerah, berhenti berharap, atau pasrah.

Pasrah tapi tidak menyerah adalah kata-kata yg sering gue ucapkan ke khalayak ramai dan juga disini. Pertama kali tau istilah ini dari googling, asik-asik blogwalking terus nemu kata mujarab ini. Bahkan gue baru kemarin memberikan kata mujarab ini ke mami,, temen gue di unmul dulu. Pasrah dengan apapun yg terjadi dan yg akan terjadi tapi gak menyerah untuk melakukan yg terbaik.

Saat itu gampang sekali mengucapkannya tanpa mengerti terlebih dahulu kondidi mami, bermodalkan bonus cmz dan ego gue dengan gaya dan sok perhatiaannya bilang pasrah tapi jangan menyerah. Entah apa yg ada dipikiran mami waktu baca cmz gue, orang yg dianggapnya sahabat tapi gak datang jenguk waktu dia di opname? Kemana gue! Saat ini gue mengerti, mami pasrah dan menyerah.hak mami. Maafkan anakmu yg gak tau diri ini. Mengatasnamakan persahabatan untuk meloloskan egonya. Aoi hanya bisa minta maaf.

Gue pun pasrah,, menyerah dan berhenti berharap. Gue pasrah dengan semua apa yg terjadi,, gue menyerah dengan pertahanan gue, dan akhirnya gue berhenti berharap aka nada perubahan ug gue inginkan. Gue pun teringat kata ini, “gak semua yg kita pengen dikabulkan”. Gue pasrah kalau misalnya hubungan gue dengannya gak berujung kearah yg halal,, gue menyerah karena gue capek bertahan dengan kecuekan yg dia kasih ke gue.

Mungkin gue yg gak tau diri atau apalah istilahnya tapi gue tetep gak bisa bertahan untuk gak melepasnya. Gue berhenti berharap kalau suatu saat dia bilang ILU ke gue,, akan lebih mudah kalau gueberhenti berharap mulai dari sekarang. Akan kurang menyakitkan bila semua harapan gue hanyalah sebuah harapan dan tinggal angan.
Gue sadar gue terlalu mencintainya,, bahkan nulis entry ini pun airmata gue gak kebendung.
Gak selamanya orang yg kau cintai menjadi pendamping hidupmu selamanya,, ada kalanya kita harus bersedia menjadi saksi kebahagiaan dia bersama orang lain. Bijak sekali. Hahaha gue hanya minta,, bisa dikuatkan dan gue bisa menjalani hidup kea biasa tanpa ada dia disisi.

Ah… dia berubah,, sudah 2 minggu gue merasakan perubahan darinya. Gak ada beri kabar sama sekali,, ditalipun hanya bertahan 4 menit dengan alasan maen PS dan lain-lain, cmz pun sukur-sukur dibalas karena dia ‘ngirit’. Mungkin dia sadar akhirnya kalo gue gak worthed ama pulsa-pulsanya jadi dia lebih sayang pulsanya ketimbang pacarnya sendiri. Gue iri dengan PS dan ‘teman-temannya’,, dari 7 hari dalam seminggu gak ada 1 haripun dia meluangkan waktu untuk memberi kabar. Pada akhirnya gue hanya pengen kalau pun dia tak mencintai lagi,, please tell me.
Gue pasrah, berhenti berharap dan menyerah.

Tidak ada komentar: